DIJUAL CEPAT VILLA

DIJUAL CEPAT VILLA

Lokasi : Jln . Raya Uluwatu No. 2B, Kuta Selatan

Denpasar Bali – (Lokasi sebelum GWK)

Luas Tanah : 700 M2

Luas Bangunan : 400 M2

SPECC : 1. 3 Kamar Tidur + Kamar Mandi

2. Ruang Makan

3. Ruang Keluarga

4. Dapur

5. Tempat Jaga

6. Kolam Renang

Listrik : 10.000 Watt

Harga : Rp. 10.000.000.000,- (Sepuluh milyar rupiah)

Bisa nego langsung pemilik

Status : SHM

Regards

Made L. Wijaya

HP. 0812 949 9049

HP. 0813 1102 2449

Informasi Lengkap silakan Klik :

http://olx.co.id/iklan/villa-dijual-cepat-IDoDbbL.html

Rabu, 18 Desember 2013

Wikanan Anake Alit-Alit

Pinternya Anak-Anak Bersepeda
Wikanan Anake Alit-Alit

Sedek rahinan Pagerwesi, pasemengan pisan sabehe tuun bales sakadi turuhang saking langite. Pakarangan umah ring desa Abian Timun sami kancab toya. Napi malih margi alit irika kaembahin antuk toya, suluk sakadi tukade. Nampek irika wenten tegal linggah taler kancab toya, meh wenten apagelangan toyane kutek tur ngandeng.

Sasampune sabehe nget, toya ring margine gelis rarad nanging kantun becek. I Karta anak alit mayusa limang tiban, medal macekcekan ring margine yadiastun ipun mapanganggo anyar. Bajune barak, celanane pelung. Saking umah seosan medal I Parsi ipun alitan akidik ring I Karta. Ipun mabaju kuning, macelana gadang, sami pada anyar. I Karta ngembus baju kalilitang ring bangkiang ipun.

Klik Audio Satua Mebasa Bali iriki .



Sabtu, 14 Desember 2013

Menjaga Blog Tetap Eksis

Instalasi Bambu di Monas
Menjaga Blog Tetap Eksis. Nge-blog merupakan kegiatan hobby untuk aktivitas di dunia maya melalui tulisan, photo, artikel kesehatan, komunitas, kemanusiaan, agama, kebudayaan, daerah terpencil, adsense, tips dan triks, tutorial blog, masak-memasak. Blog apapun yang Anda cari dapat dipastikan ada di dunia maya. Termasuk "Blog Provokator", blog yang terkadang isinya sangat 'panas' dalam berdiskusinya, terutama masalah keyakinan. Ya, provokator bagi yang terprovokasi, namun bagi yang telah mampu melihat agama sebagai bagaian dari hidup dan sama-sama ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, tentunya merupakan sarana belajar yang sangat baik, serta dapat mengetahui keberadaan orang lain disekitar kita.

Sebuah hobby yang Anda geluti dapat dibagi melalui blog. Blog gratisan sangat banyak, seperti wordpress, blogspot, flickr, tumblr, pinterest, deviantart,  facebook, twitter dan lain sebagainya. Lalu nge-blog bukanlah sebatas "semangat" pada awalnya saja, namun butuh kegiatan lain agar Blog Tetap Eksis.

Menjaga Blog Tetap  Eksis. Tentunya dengan meng-update artikel-artikel atau konten blog kita. Walau secara konten tidak konsisten :) , pada awalnya ingin eksis di bidang agama, mungkin dapat sekali-sekali meng-update konten lain, seperti seni, tips dan trik, ataupun kuliner. Melalui aktivitas dikomunitas kita banyak dapat berita atau artikel yang dapat mendukung aktivitas blog, photography memang mengasikkan.

Dengan eksisnya blog kita, tentunya apa yang diharapkan akan dapat terwujud. Kepuasan bathin seorang Blogger tidak dapat diukur apapun. Banyaknya pengunjung blog atau besarnya "pendapatan" dari adsense tentu pula bukan ukuran. Bagi yang suka menulis, meng-update blog dengan tulisan sudah merupakan kepuasan. Bagi yang suka photography, meng-update foto juga merupakan kepuasan. Lebih-lebih apa yang kita bagi bermanfaat bagi orang lain, terlihat dari ucapan terima kasih, atau komentar-komentar yang kita terima sebagai perhatian orang-orang yang merasa menerima manfaat dari blog kita.

Selamat nge-blog bagi sahabat-sahabat yang menyukai hobby berbagi di dunia maya. Mari tetap Menjaga Blog Tetap Eksis.  

Blog Rare Angon yang lain :

Blog photo : di flickr photopocketJPGBintaro, Dagangtuakbali, Nakbalibelog, Pinterest jpgbintaro, Jasa 3d Image for Presentation, Memasak LaukPauk Sehat Indonesia, Deviantart photopocket, Selamat Nge-Blog dan selalu Menjaga Blog Tetap Eksis.



Sabtu, 07 Desember 2013

I Kurmawa Ngambul

Pulau Serangan (google)
Kacrita ada penyu ajaka dadua luh muani. Suba makelo ia nongos di pasih Arnawane. Ane muani awakne selem tur mokoh madan I Kurmawa, ane luh kulitne masawang kuning madan Ni Kurmawi. Sadina-dina ajaka dadua ngulurin kita neda ganggeng muah bulung ane lumlum tur samah.

Keto masih soroh bene ane lenan, pasliwer ngalih tetedan. Rerad rerod ngajak pianak-pianakne muah kaluwargane. Makejang soroh bene lega namtamin kamelahan pasih Arwanane.

Dengarkan Audio Satua Bali I Kurmawa Ngambul. Klik disini

I Kurmawa muah Ni Kurmawi sedih jengah kenehne nepukin parisolah bene rerad-rerod ngajak pianak somah, pasliwer saling kepung. I Kurmawa lantas ngomong teken somahne kene. "Uduh ada Kurmawi, sedih keneh beline, yen nepukin nyama brayane rerad-rerod ngajak pianak somah, cara anak ngewerin yang rasayang beli. Mula lacur beline masomah ngajak adi. Suba makudang tiban mekelone beli ngajak adi ngulurin legan keneh, sakewala kayang jani tuara nyidayang numbuhang pianak, abungkul tuara ada ane lekad. Marasa kenyel adi suba mataluh, nanging kayang jani tuara ada ane lekad ".

"Uduh beli, saja pesan buka satuan beline. Eda sanget masel-selan ! Melahan jani jalan makaad uli dini ".
"Nah, yan keto pepineh adine, jalan jani kinkinang! Apa melahne dini, japi tusing kuangan tetedan yang tusing ngelah pianak anang aukud ". Keto pasaut I Kurmawane. Ajaka dadua lantas majalan ngambul, ngauhang ngalih pasihe ba dauh. Mara teked di loloane tepukina buaya luh muani sedek mememan. Buayane nyapatin, munyine alus, "Ih, penyu ajak dadua, lakar kija magregotan ngajang umah ? Sebenge cara anak sedih pesan. Apa kasebetang? Tegarang orahin awake! Dumadak sida baan awake nulungin !"



I Kurmawa masaut banban, " Kene suba lacur

Rabu, 04 Desember 2013

Kalender Penting Umat Hindu Bali 2014

Perayaan pengrupukan Nyepi luar Bali
Ogoh-ogoh di Serang
Rerainan dan Hari Raya penting umat Hindu di tahun 2014 menurut Kalender Bali 2014. Dalam tahun 2014 yang akan datang Agama Hindu akan merayakan hari-hari besar keagamaan yang berdasarkan kalender Bali (mengikuti Triwara, Pancawara, Saptawara, Wuku, dll). Rerainan yang setiap bulan adalah Purnama dan Tilem, Kajeng Kliwon, Hari Bhatara Sri, Anggara Kasih tidak Rare Angon sampaikan disini. Silakan klik kalenderbali.org untuk lebih lengkapnya. 

Namun secara garis besar hari raya Umat Hindu dalam penanggalan Masehi dapat disampaikan sebagai berikut:

Januari 2014

Sabtu, 11 Januari 2014. Tumpek Kandang.
Rabu, 29 Januari 2014. Hari Siwa Ratri. Baca Maha Shivratri

Februari 2014

Sabtu, 15 Pebruari 2014. Tumpek Wayang.
Rabu, 19 Pebruari 2014. Buda Wage Kulawu.

Maret 2014

Minggu, 2 Maret 2014. Kajeng Keliwon Pamelastali/Watugunung Runtuh.
Sabtu, 8 Maret 2014. Hari Raya Saraswati.
Minggu, 9 Maret 2014. Banyu Pinaruh.
Senin, 10 Maret 2014. Soma Ribek.
Selasa, 11 Maret 2014. Sabuh Mas.
Rabu, 12 Maret 2014. Pagerwesi.
Sabtu, 22 Maret 2014. Tumpek Landep.
Senin, 31 Maret 2014. Hari Raya Nyepi. 

 
April 2014

Selasa, 1 April 2014. Anggar Kasih Kulantir.
Sabtu, 26 April 2014. Tumpek Uduh/Pengatag/Pengarah/Bubuh. 

Mei 2014

Selasa, 6 Mei 2014. Anggar Kasih Julungwangi.
Kamis, 15 Mei 2014. Sugihan Jawa.
Jumat, 16 Mei 2014. Sugihan Bali.
Minggu, 18 Mei 2014. Hari Penyekeban.
Senin, 19 Mei 2014. Penyajaan Galungan.
Selasa, 20 Mei 2014. Penampahan Galungan.
Rabu, 21 Mei 2014. Hari Raya Galungan.
Senin, 26 Mei 2014. Pemacekan Agung.
Jumat, 30 Mei 2014. Penampahan Kuningan.
Sabtu, 31 Mei 2014. Hari Raya Kuningan.




Juni 2014

Jumat, 29 November 2013

Kematian Jayadrata

Wayang Kulit Jayadrata
Kata Duryudana; "Karna, sekarang adalah saat-saat yang sangat menentukan. Jika malam tiba dan Jayadrata masih tetap hidup, Arjuna akan malu besar. Dia akan bunuh didi karena tidak bisa memenuhi sumpahnya. Kematian Arjuna sama saja dengan kehancuran Pandawa. Kerajaan ini mutalk akan menjadi milik kita. Dananjaya mengucapkan sumpah yang mustahil ketika pikirannya masih kalut. Takdir telah menentukan Arjuna hancur di tangannya sendiri. Rupanya hari ini bintangku sedang bersinar terang. Kita harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Segalanya sekarang ada di tanganmu. Buktikan kesanggupanmu hari ini. Lihatlah, matahari sudah condong ke barat. Tidak lama lagi malam akan turun menyelimuti bumi, aku yakin Partha tidak akan bisa mencapai Jayadrata. Kau, Aswatama, Salya, Kripa dan aku sendiri harus melindungi Jayadrata. Kita harus melakukan semua yang kita bisa untuk memastikan Jayadrata tidak jatuh ke tangan Arjuna selama beberaoa saat sebelum matahari terbenam"

Jawab Karna
: "Tuanku Raja, sekujur badanku penuh luka karena Bima. Badanku sudah sangat kepayahan hingga sulit untuk bergerak. Meskipun demikian, aku akan kerahkan semua tenaga yang tersisa untuk menjalankan titahmu. Aku akan lakukan perintahmu"

Sementara Duryudana dan Karna merancang pertahanan Kurawa, Arjuna terus menyerang. Dia kerahkan semua kemampuan menjebol pertahanan pasukan Kurawa.

Krishna meniup Panchajanya untuk memanggil sais keretanya, Daruka. Ketika Daruka tiba, Satyaki langsung naik kereta dan langsung menyerang Karna. Memang, Satyaki ditugaskan untuk membuat perhatian Karna teralih dari Jayadrata.

Kemampuan Daruka mengendalikan kereta dan ketangkasan Satyaki menggunakan panah membuat para dewa turun dari kahyangan untuk menyaksikan jalannya pertarungan. Keempat kuda yang menarik kereta Karna berhasil dilumpuhkan, demikian pula dengan sais keretanya. Panji-panji dan kereta Karna dihancurkan. Terpaksa Karna melompat ke kereta Duryudana. Sanjaya yang mengisahkan pertarungan itu kepada Destarata mengatakan demikian: "Hanya Partha dan Krishna yang bisa mengimbangi ketangkasan memanah Satyaki!"

Arjuna menerjang pasukan Kurawa dan berhasil mendekati Jayadrata. Pikirannya penuh dengan bayangan kematian Abimanyu dan kejahatan-kejahatan yang dilakukan para Kurawa. Arjuna terus menerjang maju. Seperti Sawyasasin, dia lepaskan hujan anak panah ke arah pasukan Kurawa. Pasukan Kurawa kacau balau melihat keganasan Arjuna yang seperti dewa kematian turun ke medan perang.

Hanya pengarang Mahabharata sendiri yang bisa menggambarkan kedahsyatan pertarungan antara Arjuna dengan Aswatama dan para kesatria besar lain yang melindungi raja Sindhu. Mereka berusaha keras menahan Arjuna tapi akhirnya mereka terpukul mundur.

Maka, dimulaikan serangan pada Jayadrata. Pertarungan seru itu berlangsung lama. Mereka yang bertempur sebentar-bentar melihat ke arah barat, karena saat itu hari sudah hampir berakhir. Saindhawa bukanlah lawan sembarangan. Arjuna harus mengerahkan seluruh kemampuan. Matahari mulai tenggelam di balik cakrawala. Langit menjadi merah. Meskipun demikian pertempuran terus berlangsung.

Kata Duryudana dengan gembira: "Sebentar lagi hari akan menjadi gelap. Tampaknya Jayadrata selamat dan Arjuna gagal memenuhi sumpahnya. Arjuna pasti malu besar."

Tiba-tiba langit menjadi gelap. Terdengar seruan dari sana-sini : "Matahari sudah terbenam. Jayadrata masih hidup. Arjuna gagal memenuhi sumpahnya!" Para Pandawa menunduk sedih. Sementara itu, pasukan Kurawa bersorak-sorai.




Rabu, 20 November 2013

Pahlawan Pulau Dewata

Perang Bali

"Kalau pelurumu habis, gunakan bayonetmu! Kalau bayonetmu patah, gunakan tanganmu untuk memukul! Kalau tanganmu patah, gunakan gigimu untuk menggigit! Dan kalau gigimu patah, gunakan matamu untuk mematahkan semangat musuh !"

Sebuah buku Perang Bali Sebuah Kisah Nyata yang ditulis oleh I Gusti Ngurah Pindha, beliau adalah seorang prajurit muda yang mengiringi I Gusti Ngurah Rai dalam perang gerilya mempertahankan tanah Bali dari pendudukan Belanda di awal kemerdekaan. I Gusti Ngurah Pindha lahir di Denpasar 1924, beliau menjadi anggota Kesatuan Resimen Sunda Kecil di bawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai.

Secara umum masyarakat Bali dewasa ini  mengenal I Gusti Ngurah Rai sebagai pemimpin perjuangan, namun rekan-rekan seperjuangan I Gusti Ngurah Rai perlu pula kita ketahui. Pejuang-pejuang Bali yang tidak kalah penting perannya dalam mempertahankan kemerdekaan, harus kita ketahui baik. 

Disebutkan dalam buku Perang Bali karya I Gusti Ngurah Pindha ini ada I Gusti Putu Wisnu, Pak Wisnu ini diangkat menjadi Komandan Batalyon I TKR (Tentara Keamanan Rakyat) Sunda Kecil. Ada Sugeriwa pemimpin pasukan Beruang Hitam yang bertempur di Blahkiuh, I Nyoman Sueca Atmanadi dan Tiaga yang memimpin perjuangan di Singapadu dan Kutri (Gianyar). Pemimpin-pemimpin perjuangan antara lain (rare-angon tidak menulis pangkat) ; I Nyoman Sayan, I Gusti Ngurah Bagus Sugianyar, Ida Bagus Japa, I Nyoman Suraja, I Made Pugeg, I Gusti Ngurah Agung Kusumayudha, I Ketut Dangga, I Nyoman Sarja, I Gusti Made Oka, I Nyoman Dhiasa, I Ketut Jedog, I Ketut Kandel, I Made Sueta, I Wayan Rendah, I Gede Deger, I Gusti Putu Tiaga, I Wayan Sukerta, I Made Sukri dan I Gusti Ngurah Pindha. 


Tidak kalah penting perjuangan Perang Bali yang dipimpin oleh I Gusti Ngrah Rai ini adalah peran dari unsur pemuda seperti I Made Wijayakusuma, I Made Regog, Ida Bagus Ngurah, I Gusti Ketut Suji, I Made Kerti, I Wayan Likes, I Made Mega, I Wayan Rana, I Made Wena, I Made Mardia, I Made Dama, I Gede Pik, dan I Made Kara. 

Pertempuran atau peperangan dalam mempertahankan kemerdekaan terjadi di seluruh pelosok pulau Bali, seperti pertempuran Tanah Aron, pertempuran Pesagi, pertempuran Sekumpul, pertempuran di Batukaang, dan tentunya pertempuran di desa Marga, yang dikenal sebagai Puputan Margarana.

Pertempuran di desa Marga dengan pasukan Ciung Wanara yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai, tidak terjadi dalam satu hari, namun puncak pertempuran 20 November 1946 setelah gugurnya Kapten Sugianyar, Pak Rai menjadi sangat murka dan berpesan kepada anak buahnya supaya menuntut balas sampai titik darah penghabisan. Pasukan Ciung Wanara bergerak maju sambil berteriak, "Puputan! Puputan! Puputan!"

Buku Perang Bali setebal 450 halaman ini sangat penting dibaca oleh kita, agar kita mengetahui sejarah perjuangan para pahlawan. Tentunya buku-buku lain dari pelaku sejarah sangat dibutuhkan oleh generasi bangsa ini. Artikel singkat dalam blog Rare Angon ini tentunya tidak dapat mewakili secara keseluruhan isi buku Perang Bali karya I Gusti Ngurah Pindha (pelaku sejarah) perjuangan rakyat Bali. Marilah membaca buku Perang Bali, agar informasi semakin jelas. (RANBB)

Minggu, 17 November 2013

Hubungan Keluarga Berdasarkan Pravara

Agama dan Politik
Kata Pravara dalam bahasa Sanskerta artinya yang paling diutamakan. Kata 'Vara' artinya yang terutama atau yang paling terkemuka. Dalam pergaulan sehari-hari sering kita mendengar istilah Warga Waisnawa, Warga Siwa atau Siwa Paksa, Budha Paksa, atau para Sakta, Sampradaya dan seterusnya. Itu artinya menggambarkan kewarganegaraan berdasarkan nama Tuhan yang paling utama dipuja. 

Dalam kitab Rgveda sudah sangat jelas dinyatakan bahwa Tuhan itu Esa namun sebutan yang diberikan oleh para Rsi yang berbeda-beda. Sebutan atau nama itu diberikan oleh para Vipra atau orang suci. Tuhan itu memiliki ribuan nama atau disebut Sahasra nama. Untuk memuja Tuhan umat dapat memilih nama Tuhan yang paling sesuai dengan selera rohaninya. 

Nama yang manapun digunakan untuk memuja Tuhan itu asalkan pemujaan berdasarkan konsep pemujaan kepada Tuhan hal itu tidak ada bedanya. Tuhan itu Maha Sempurna manusia tidak berhak memberikan hanya satu sebutan dan melarang orang lain menyebutkan Tuhan yang Esa itu dengan sebutan yang lain. Umat yang memuja Tuhan dengan nama Sri Krsna tentunya boleh saja. Tentunya mereka tidak berhak melarang orang lain memuja Tuhan dengan nama Dewa Siwa atau Dewa Wisnu. Demikian juga sebaliknya.

Dari sinilah muncul ada sekelompok orang yang menyembah Tuhan dengan nama Siwa atau yang menyembah Tuhan dengan nama Wisnu, Brahma atau Krsna, Rudra, Parwati dan lain-lain. Proses inilah yang melahirkan keluarga berdasarkan kesamaan yang dipuja. Jadi Pravara adalah penguyuban ikatan kewargaan berdasarkan kesamaan yang dipujanya.

Hindu mengenal adanya kebebasan memuja. Yang penting tujuannya menuju jalan Tuhan Yang Maha Esa. Nama Tuhan yang berbeda-beda itu hanyalah jalan yang berbeda dengan tujuan yang sama yakni berbhakti pada Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Ajaran Hindu yang maha luhur ini sangat berbeda dengan kesamenisme. Baca tentang Kesamenisme daan Ajeg Bali.


Kalau konsep Pravara ini benar-benar dipahami dengan baik maka tidak ada yang perlu dipertentangkan mengenai perbedaan pilihan nama Tuhan itu. Dalam umat Hindu sendiri terdapat Pravara yang mayoritas dan minoritas. Janganlah karena merasa mayoritas lalu yang lain dianggap aliran sesat. Sikap yang tidak loyal pada perbedaan itu bukanlah ciri penganut Hindu yang baik. 
Sumber bacaan buku Mengapa Bali disebut Bali oleh Kt. Wiana. (RANBB)

Insert Photo : Agama dan Politik, semoga umat Hindu di Bali tetap bersatu seperti ajaran luhur kita konsep Pravara, dimana walaupun "Pravara" politik kita berbeda-beda tetapi tujuan utamanya adalah satu, mensejahterakan rakyat Bali. Awighnamastu.

Senin, 11 November 2013

Kehidupan Cinta Orang Bali

uang kepeng cina dewi bulan
Pis Bolong Bulan
Pis Arjuna lan Pis Bulan. Romantisme hanya subur di mana batas-batas tradisional bagi hubungan alamiah dan bebas antara lelaki dan perempuan paling kuat. Akibatnya, orang Bali yang praktis dan tidak dikekang di dalam cinta tidak mengidolakan perempuan yang didambakan, tetapi dia langsung menuju ke persoalan. Bilamana dia merasa tertarik dengan kuat oleh seorang gadis, dia tidak berpura-pura mempunyai minat platonis atau persaudaraan dan harus memuncakkan hasratnya dengan tidur dengannya. Sebuah permohonan langsung menyusun pernyataan cintanya "Kamu mau ? (kayun, nyak?)". Satu-satunya kata di dalam bahasa Bali untuk "cinta" kayun, suka, demen, nyak bermakna "hasrat", "untuk menyukai" dan "untuk menghendaki", sementara istilah-istilah yang lebih keras seperti lulut dan tresna mempunyai konotasi tidak sah, seperti dalam perzinahan (mamitra).


Bilamana sang lelaki diterima, percintaan mungkin dikembangkan ke dalam keterikatan yang pada kebanyakan kasus mengarah pada pernikahan. Tidak jarang pasangan tersebut hidup bersama - gendak - sebelum pernikahan, walaupun tidak benar-benar dosa, sebab gendak diijinkan sebagai pernikahan percobaan, belum disahkan di depan khalayak ramai dan di depan dewa-dewa. 
Sikap ini harus tidak ditafsirkan sebagai satu persetubuhan dengan siapa saja, orang Bali suka kawin muda, dan seorang lelaki setelah cinta biasanya pernikahan kelihatan.



Orang-orang yang malu yang mengejar sukses di dalam cinta bisa atau mungkin menggunakan pelayanan dari mak comblang profesional (ceti) atau menggunakan dukun untuk membuat seorang gadis yang enggan mau. Untuk tampil cantik di mata seorang yang dikehendaki, jimat-jimat dipakai, paling sering cakram perunggu dari Jawa Kuno dengan sebuah lubang di tengahnya seperti uang logam Cina, yang dibawa di dalam ikat pinggang.

Yang digunakan oleh lelaki Uang Kepeng Arjuna (pipis Arjuna) mempunyai sebuah gambar di dalam cukilan dari Arjuna pahlawan setengah dewa yang romantis, sementara jimat yang digunakan oleh perempuan  adalah apa yang disebut "mata uang logam bulan" (pipis bulan).

Dalam kasus-kasus yang lebih sulit seorang yang tergila-gila mempunyai jalan lain pada magis cinta yang kuat (guna pengasih-asih), mantera yang mirip macam-macam magis rahasia yang  terdiri atas sebuah daray tarik / pesona (serana) dan rumus yang diucapkan (mantra). Pesona yang khas adalah kelapa kembar atau pisang kembar, bahkan lebih ampuh adalah air liur ular, air mata anak-anak, minyak dari kelapa yang sudah diseret berkeliling oleh seorang bocah, atau yang berasal dari batang kelapa yang dibawahnya seorang wanita hamil duduk. "Jaring sutera" ( i jarring sutra ), "ular merangkak" ( i naga bilad ) dan "tangis terus menerus" ( i tungtung tangis ) adalah diantara nama-nama rumus untuk memperoleh gadis yang sulit.

Sumber bacaan buku Pulau Bali Temuan yang Menakjubkan oleh Miquel Covarrubias. Perlu Rare Angon sampaikan bahwasannya inilah budaya yang pernah ada di pulau Bali, apakah saat ini masih ada? Tentunya jaman telah berubah, mungkin Pis Arjuna sudah digantikan oleh mobil mewah, atau Pis Bulan telah digantikan oleh kecantikan yang alami. (RANBB)
insert picture http://piswayang.blogspot.com/p/pis-bolong-dewi-bulan.html

Jumat, 08 November 2013

Catur (4) dalam Agama Hindu


Bangsa Indonesia mengenal istilah 4 (empat) Pilar yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. 

Dalam Agama Hindu 4 (empat) adalah Catur / Cadu, dapat dikatakan Empat Pilar dalam Agama Hindu  atau Catur dalam Agama Hindu atau empat hal utama dalam Agama Hindu adalah sebagai berikut :


Catur Asrama, Empat (4) tahapan hidup manusia menurut Agama Hindu, yaitu :
  1. Brahmacari Asrama ; Masa menuntut ilmu pengetahuan
  2. Grihasta Asrama ; Masa hidup berumah tangga
  3. Wanaprastha Asrama ; Masa hidup mengasingkan diri di hutan untuk ketenangan lahir dan bathin, belajar ilmu agama. (disesuaikan dengan keadaan jaman)
  4. 4 Hal dalam agama Hindu
    Catur Bali
  5. Biksuka / Sanyasin ; Masa hidup mengelana mengamalkan ilmu suci.
Catur Abhawa, Empat (4) macam ketiadaan, dapat diterangkan sebagai berikut :
  1. Pragabhawa ; Ketiadaan dari suatu benda sebelum benda itu diproduksi. Misalnya tidak ada periuk sebelum periuk itu diproduksi oleh tukang periuk.
  2. Dhwamsabhawa ; Ketiadaan setelah dihancurkan. Misalnya tidak akan ada periuk sesudah periuk itu dihancurkan, karena dalam pecahan itu tidak ada periuk.
  3. Athyantabhawa ; Selama-lamanya tidak terdapat sesuatu pada suatu benda baik dari dulu maupun pada waktu kini. Misalnya tidak terdapat warna pada udara atau udara tidak berwarna sejak dulu.
  4. Anyonyabhawa ; Perbedaan suatu benda antara benda-benda lain diantaranya kedua sifat tersebut tidak ada persamaan. Misalnya Guci dengan pakaian, Guci bukanlah pakaian itu bukanlah Guci.
Catur Arya Satyani, Empat kejujuran yang utama. Kalau kejujuran yang utama kita gunakan sebagai landasan menghayati sesuatu maka terdapatlah :
  1. Bahwa kesengsaraan itu memang ada
  2. Bahwa kesengsaraan itu ada sebabnya
  3. Bahwa kesengsaraan itu bisa dibuktikan
  4. Bahwa kesensaraan itu ada jalan untuk membuktikannya.
Catur Angga, 4 (empat) badan. Dimaksudkan ada empat macam sarana yang diperlukan dalam mencapau tujuan, yaitu :
  1. Bala ; Rakyat
  2. Koca (baca; Kosa) ; Perbekalan
  3. Wahanam ; Kendaraan / alat angkut
  4. Astra ; Senjata
Catur Bhojana, empat (4) macam makanan. Dalam Yadnya ada disebut empat macam makanan, yaitu :
  1. Ajuman ; Persembahan untuk para Dewa-Dewa.
  2. Sodaan ; Persembahan untuk para arwah
  3. Caru ; Persembahan untuk Bhuta dan Kala. Klik disini.
  4. Tarpana ; Persembahan untuk para Pitara
Catur Bhuta, Ada empat (4) unsur yang bersifat abstrak yang bisa mendatangkan kesulitan atau kebahagiaan, tergantung dari sikap kita. Ke empat hal itu adalah :
  1. Sang Drmbha Moha ; Ini berpengaruh dalam pembantaian (pejagalan)
  2. Sang Kala Ngandang ; Ini berpengaruh di jalan raya (marga agung)
  3. Sang Kala Katung ; Ini berpengaruh dalam pasar
  4. Sang Kala Wiyasa ; Ini berpengaruh dalam judian.
Catur Bekel Dumadi, Empat (4) macam bekal manusia sejak lahir yang tidak bisa dihindari, yaitu :
  1. Suka. Siapapun dalam hidup ini pasti menikmati rasa suka.
  2. Dukha. Demikian pula tak seorang pun terhindar dari rasa dukha.
  3. Lara. Bila orang sudah lanjut usia, dimana indriyanya sudah tak berfungsi dengan baik, sempurna, laralah / sengsaralah dia.
  4. Pati. Akhirnya manusia itu pasti akan mati.

Selasa, 05 November 2013

Selalulah Hidup dalam Kebahagiaan Jiwa

02/11/2013
Matahari Terbit di Bintaro

Ketika engkau merasa senang adalah hari yang suci. Kasih adalah sifat Tuhan. Resapi kasihmu dengan prinsip ketuhanan. Penuhi hatimu dengan kasih untuk selama-lamanya. Kemudian setiap hari akan menjadi hari tahun baru bagimu.


Apakah tahun baru ?. Perayaan tahun baru tidak terletak pada makanan payasam (bubur nasi manis) dan hidangan lezat lainnya. Ketika engkau dipenuhi kebahagiaan jiwa adalah hari tahun baru. Selalulah hidup dalam kebahagiaan jiwa. Bila engkau menghadapi kesulitan, singkirkan. Sebenarnya penderitaan dan kesulitan itu tidak benar-benar ada. Jadi mengapa engkau cemas ? Pupuklah sikap tidak terpengaruh. Dengan demikian engkau tidak akan menderita dan tidak cemas. Ingatkan dirimu sendiri, " Aku seorang manusia. Kesulitan dan penderitaan ini bukan milikku." Bila engkau meningkatkan ketidakterikatan pada tubuhmu, engkau tidak akan terpengaruh oleh penderitaan apapun.

Penyakit-penyakit ringan seperti sakit perut, sakit kepala, atau pegal-pegal itu wajar bagi badan. Mengapa engakau mencemaskan hal yang wajar ? Engkau menderita karena tertali melekat pada badan. Meskipun demikian, engkau harus mengurus badanmu sehingga engkau tidak tergantung pada orang lain. Engkau harus menyadari sifatmu yang sejati. Atur diet dan kebiasaanmu. Engkau mempunyai segala macam masalah karena keinginanmu terlalu banyak. Bila engkau makan terlalu banyak, engkau akan menderita gangguan pencernaan. Karena itu kendalikan seleramu. Makanlah secara ugahari dan jaga kesehatanmu. Itulah yang selalu Kunasehatkan kepada anak-anak.

Bangunlah dini hari waktu ayam berkokok
Mandilah setelah membersihkan diri di pagi hari
Kenakan pakaian yang sopan
Makan sebagaimana mestinya dengan ugahari
Pergilah ke sekolah dan belajarlah dengan rajin
Dapatkan nama yang baik


(Puisi bahasa Telugu)

Usahakan agar kesehatanmu baik, pupuk berbagai kebiasaan yang baik. Jaga agar sikap serta tingkah lakumu baik, dan dapatkan nama yang baik. Bila engkau mempunyai semua ini, engkau tidak akan membutuhkan apapun lainnya dalam hidupmu. Selalulah hidup dalam kebahagiaan jiwa. 
Sumber bacaan buku Kesehatan dan Meditasi Matahari Terbit (tingkat lanjut) oleg Gede Arsa Dana. (RANBB)

-->

Sabtu, 02 November 2013

Topeng Monyet Tidak Lagi Hibur Jakarta.

Topeng monyet di jakarta
Topeng Monyet
Monyet Mengucapkan Terima Kasih Kepada Jokowi.

Sebentar lagi masyarakat Jakarta, baik yang tinggal di pemukiman maupun pengguna jalan, tidak akan melihat atraksi topeng monyet. Atraksi sirkus dari monyet yang dipawangi oleh seorang itu menampilkan adegan monyet naik sepeda motor, main reog, membawa bedil, atau membawa ember. Dengan diiringi musik tradisional atau langsung dari tape, monyet itu melenggang lenggong jalan ke sana dan kemari.

Sirkus itu dipertontonkan di gang-gang pemukiman atau perempatan dan pertigaan jalan. Suguhan itu tidak gratis namun orang yang merasa menonton diharapkan memberi uang seikhlasnya. Dari uang yang dikumpulkan selama pertunjukkan itulah pawang topeng monyet dan monyetnya mendapat penghidupan. Sehari mereka bisa mendapat antara Rp40.000 hingga Rp80.000.

Masyarakat Jakarta sebentar lagi tidak bisa menonton pertunjukkan itu sebab Pemerintah Jakarta melarang topeng monyet, bebas topeng monyet tahun 2014, karena sirkus itu dirasa tidak berperikemanusiaan di mana ada kesan menyakiti binatang. Menyakiti binatang memang benar adanya sebab dalam sebuah unggahan youtube divisualkan bagaimana untuk menjadikan monyet bisa berjalan tegak dan mau melaksanakan perintah sang pawang, monyet itu diikat tangannya dan digantung lebih dahulu. Dari unggahan youtube itulah yang membuat keprihatinan banyak pihak sehingga memicu pelarangan topeng  monyet.

Tak hanya faktor penyiksaan terhadap monyet yang membuat pertunjukkan itu diharamkan namun juga alasan monyet sebagai sumber penyebaran penyakit rabies dan hepatitis maka semakin kuatlah aturan agar topeng monyet jangan berkeliaran di mana-mana.

Aturan yang dikeluarkan Gubernur Jokowi itu bukan main-main. Razia kepada topeng monyet sudah digelar. Tentunya Satpol PP Jakarta harus bekerja keras sebab jumlah topeng monyet itu tidak sedikit. Bila anda sering melintasi jalan di Jakarta, anda bisa menemukan topeng monyet di pertigaan atau perempatan jalan besar, seperti perempatan Jl. Matraman dan perempatan Jl. Imam Bonjol.

Dalam setiap penggusuran harus kita akui Jokowi orangnya berperikemanusiaan. Artinya ia tidak menggusur begitu saja namun juga memberikan tempat gantinya. Seperti penggusuran pemukiman penduduk di Waduk Pluit, Ria Rio, dan berbagai tempat lainnya, warga diberi tempat pemukiman di Rusun Marunda atau Cakung. Dalam hal topeng monyet ini, disebut Jokowi akan membeli monyetnya dan monyet itu akan ditempatkan di Taman Marga Satwa Ragunan, Jakarta.


Lalu pawangnya bagaimana? Nah itu mungkin belum dibahas. Kalau kita lihat, pawang topeng monyet adalah pekerjaan yang turun temurun, dari orangtuanya atau kakeknya. Menjadi pawang topeng monyet bisa jadi merupakan sebuah kebiasaan di sebuah daerah. Ada sebuah daerah di mana rata-rata penduduknya menjadi pawang topeng monyet. Para pawang topeng monyet itu tentu saat ditanya mengapa dirinya memilih pekerjaan yang demikian, mereka akan menjawab tidak ada pekerjaan yang lain dan sudah menjadi tradisi di lingkungannya.

Biasanya mereka pawang topeng monyet berasal dari daerah-daerah yang minus atau dari kalangan yang tak mempunyai apa-apa (miskin). Kalau meski mereka memiliki lahan mereka enggan menggarapnya sebab hasilnya tak sepadan dengan tenaga yang dikeluarkan. Hal demikian semakin parah ketika mereka enggan untuk bersekolah. Perpaduan itulah yang menimbulkan mereka pada terbatasnya pikiran. Penulis sering menjumpai rombongan topeng monyet dalam usia yang relatif masih muda. Kalau kita lihat sepertinya mereka lulusan sekolah dasar atau SMP tidak tamat.

Maka di sinilah pemerintah daerah khususnya yang penduduknya banyak bekerja menjadi pawang topeng monyet untuk meningkatkan taraf kualitas penduduknya. Masyarakatnya harus didorong untuk bersekolah. Pemerintah daerahnya juga harus kreatif menciptakan lapangan pekerjaan yang tepat dan berperikemanusiaan buat mereka. Maka di sini perlunya sinergisitas antar kementerian dan institusi untuk mengentaskan berbagai problem kemiskinan dan kebodohan. Bila kebodohan dan kemiskinan bisa dientaskan maka masyarakat akan memilih dan bekerja pada sektor yang lebih manusiawi, baik kepada dirinya atau makhluk lainnya.

Tak hanya pawang yang perlu diperhatikan oleh pemerintah. Sang monyet pun juga harus mendapat perhatian yang sama. Selama ini sudah banyak kawasan habitat monyet yang beralih fungsi menjadi tempat perumahan, perkebunan, tempat industri, atau sarana manusia lainnya. Bila habitat itu sudah beralih fungsi maka membuat monyet kebingungan. Mereka ada yang melakukan migrasi ke hutan lainnya atau menyerbu dan masuk ke rumah-rumah penduduk. Di sinilah terjadi konflik antara manusia dan monyet.

Para monyet itu tidak hanya kehilangan tempat tinggal aslinya namun mereka juga kesulitan mencari makan. Dari susahnya mencari makan inilah membuat para monyet memilih ‘mencari pekerjaan’ kepada manusia agar bisa tetap hidup. Para monyet itu berpikir nggak papa deh ditonton manusia untuk berjoget atau beradegan pergi ke pasar asal dirinya bisa makan. Para monyet itu tidak akan berpikir pulang kampung sebab kampungnya sekarang sudah menjadi tempat pemukiman, perkebunan, atau tempat industri.

Kesimpulannya, apa yang dilakukan oleh Jokowi untuk membebaskan daerahnya dari topeng monyet adalah tindakan yang manusiawi namun akan lebih manusiawi bila pawang topeng monyet diberdayakan dalam segi pendidikan dan pekerjaan. Dan para monyet itu juga akan berterima kasih kepada Jokowi bila Jokowi mengingatkan kepada pemerintah dan swasta agar kawasan habitat monyet tidak dialihfungsikan. Hilangnya habitat monyet membuat para monyet mencari ‘pekerjaan’ kepada manusia untuk bersirkus dalam topeng monyet.

Dari artikel Sahabat Ardi Winangun @ http://kompasiana.com

Selasa, 29 Oktober 2013

Menjaga Kesehatan Blog Anda

broken link
FREE Broken Link Checker
Untuk pertama kalinya Rare Angon posting sesuatu yang berhubungan dengan dunia blog. Selama ini Rare Angon 'sibuk' dengan artikel keagamaan, budaya, sosial, masyarakat Bali, dan tentang Bali lainnya. He he ... tidak apalah namanya juga nge-blog berbagi sesuai dengan hobby kita masing-masing.


Tentunya bagi Blogger yang sangat senang dengan SEO, posting tentang Search Engine Optimization pasti pula telah mengetahui berbagai teknik untuk meningkatkan SEO tersebut. Ada yang Blogwalking, Update Artikel, Metatag, Submit Link, Tukar LINK dan lain sebagainya. Selama ini Rare Angon telah pula mengikuti semua 'arahan' dari artikel-artikel SEO tersebut. Menjaga Kesehatan Blog sangat penting dalam dunia blogger, agar SEO dalam blog semakin bagus, harapan kita nge-blog semakin menjadi kenyataan. Salah satu yang dapat menyebabkan SEO kita tidak bagus karena adanya Broken LINK atau LINK MATI dalam artikel atau dalam konten blog kita. Untuk mengetahui adanya LINK MATI dalam blog dapat menggunakan layanan gratis dari Broken LINK Checker.

Dengan Free Broken Link Checker ini kita dapat mengetahui Broken Link atau LINK MATI pada blog kita, selain itu program ini juga menunjukan lokasi letak link tersebut. Misalnya LINK MATI ada pada komentar-komentar. Broken LINK checker ini sangat mudah dipergunakan oleh Blogger, hanya menuliskan URL blog kita, setelah itu akan di scan dan secara otomatis ditunjukkan kerusakan, kesalahan, ataupun Link yang tidak bagus atau LINK MATI dalam blog kita. Sangat mudah. Namun membutuhkan kesabaran untuk menunggu hingga scan selesai. Setelah itu LINK MATI atau broken link dalam blog harus segera kita hapus.

Banyak link yang menjadi LINK MATI dalam blog kita disebabkan karena blog yang bersangkutan telah ditutup, atau blogger tersebut tidak aktif (berhenti), atau sengaja memasang LINK MATI ... wah kalo yang ini kebangetan ...

Inilah hal yang Rare Angon kerjakan untuk menjaga kesehatan Blog selain hal-hal diatas, yaitu mengetahui Broken Link dalam blog kita. Tidak harus setiap hari atau setiap minggu, namun cukup secara periodik dengan waktu diserahkan ke masing-masing admin Blog. 

Dengan program online dari Free Broken Link Checker atau Online URL Validator.  
Silakan Klik disini.

-->

Sabtu, 26 Oktober 2013

Brahmana Ksatrya Wesya Sudra

Rumah Bali lantai di beton
Tiang Nak Jaba "Kawula"
Masyarakat Bali, berdasarkan strukturnya dapat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu Wangsa Brahmana, Ksatrya, Wesya dan Sudra. Dalam hal ini masyarakat Bali yang dimaksud adalah yang menganut agama Hindu, bagaimana dengan masyarakat Bali yang beragama lain ? Bukankah masyarakat Bali sejak dahulu telah menganut agama Islam, Kristen, Katolik ataupun Budha ? Walaupun dengan prosentase yang kecil dibandingkan dengan umat Hindu yang mayoritas. 

Sistem pelapisan sosial masyarakat Bali didasarkan atas keturunan ini dapat dilihat dari keempat golongan di atas status-nya akan turun menurun kepada anak cucunya. Keempat penggolongan sering disebut dengan istilah catur kasta, catur warna, catur janma atau catur wangsa. Semua istilah tersebut mengacu kepada pengertian keturunan atau kelahiran yang berasal dari satu keturunan.

Dari petikan Bhagawadgita pembagian catur warna itu didasarkan atas sifat dan pekerjaan. Pembagian warna hanyalah didasarkan atas kewajiban dan pembawaannya di dunia ini. Jika hal tersebut dapat dikatakan sebagai sumber adanya catur warna atau catur kasta, tidaklah sesuai dengan keadaan di Bali. Keempat wangsa yang ada di Bali tersusun berdasarkan jenjang yang bertingkat-tingkat, dimana wangsa Brahmana dipandang sebagai yang tertinggi diikuti Ksatrya, Wesya dan Sudra dibawahnya. Ini disebabkan, karena masing-masing golongan merasa berasal dari golongan tertentu yang pada zaman dulu memiliki pengaruh dalam tata pemerintahan. 




Golongan Brahmana adalah golongan yang dianggap paling mengetahui isi kitab-kitab suci. Merekalah yang disebut para alim ulama yang memberikan penjelasan-penjelasan kepada raja. Golongan Brahmana ini dipercaya mengurusi soal pengadilan sipil, kriminal, dan soal-soal yang menyangkut rohaniah. Brahmana dibagi-bagi menjadi dua golongan, yaitu Brahmana Siwa dan Brahmana Boda. Brahmana Siwa dibagi lagi kedalam keturunan Brahmana Kemenuh, Brahmana Manuaba, Brahmana Mas, Brahmana Antapan, dan Brahmana Keniten
Baca juga tentang Klasifikasi Pendeta Brahmana. Klik disini.

Brahmana Siwa disebut sebagai keturunan Pendeta Nirartha yang menurunkan kelima cikal bakal Brahmana di Bali. Sedangkan Brahmana Boda dikatakan sebagai keturunan dari Danghyang Astapaka yang tinggal di Budakeling, Karangasem. Gelar-gelar yang digunakan bagi klen-klen Brahmana adalah Ida Bagus, untuk anak laki-laki dan Ida Ayu untuk anak perempuan. Bagi mereka yang berasal dari keturunan Brahmana dengan ibu yang berasal dari kasta lain (rendahan), maka gelar yang digunakan Ida Wayan, Ida Made, Ida Nyoman dan lain-lain.


Golongan Ksatrya dibagi menjadi tiga golongan yang lebih kecil, yaitu Ksatrya Utama (dalem), Ksatrya Madya (predewa), Ksatrya Nista (prengakan), prebagus, (presangyang). Yang termasuk golongan  Ksatrya Dalem adalah golongan raja-raja dan keturunannya. Mereka ini dianggap sebagai keturunan dari Sri Kresna Kepakisan, seorang bupati yang diangkat oleh Maha Patih Gaja Mada untuk memerintah Bali sekitar tahun 1343. 
Ksatrya Dalem yang lama tidak menjalankan pemerintahan, maka tingkatannya akan turun menjadi predewa, prengakan atau prebagus. Gelar untuk wangsa Ksatrya ini diantaranya Cokorda untuk raja-raja. Gelar untuk predewa, prebagus dan presangyang untuk laki-laki adalah Dewa Bagus, Ngakan, atau pungakan bagus, atau Sang. Pihak perempuan dipanggil Dewa Ayu, Desak dan Sang Ayu.

Golongan Wesya disebut sebagai keturunan dari tiga orang laskar Majapahit, yaitu, Tan Kober, Tan Kawur, Tan Mundur. Keturunan mereka bergelar Gusti, Gusi, Si, Sang, Sayu.

Golongan kasta Sudra sering disebut juga kaum jaba yang artinya golongan yang berada di luar puri (pemerintahan). Ada juga yang menyebut golongan ini dengan sebutan "Kawula" yang berarti abdi atau rakyat kebanyakan. Kasta Sudra dibagi menjadi tiga golongan yaitu, utama, madya dan nista. Sudra utama terdiri dari Kula Wisuda yaitu untuk mereka yang mendapat anugerah dari raja, karena mereka diberi kekuatan atas kelompok kerja kerajaan. Golongan Kula Wisuda ini sering disebut dengan wargi atau wesya yang diturunkan kastanya. Kemungkinan besar mereka terdiri dari bekas bangsawan Bali Kuno yang terdesak oleh kekuasaan Majapahit. Termasuk ke dalam warga wargi atau prebali ini diantaranya Pasek, Bendesa, Kabayan, Pertinggi, dan Gaduh. Gelar bagi golongan ini adalah Gusi, Si, Putu, Jro, Gede, Nengah dan lain-lain.

Ada lagi kelompok pendeta rakyat yang terdiri dari tiga grup yaitu para Sengguhu, Pande dan Dukuh. Menurut usana Jawa para Sengguhu itu dulunya adalah Brahmana asli yang diturunkan derajatnya. Sedangkan para Pande menganggap kelompoknya sebagai jenis manusia mulia, oleh karena mereka mengerti bekerjanya api yang mereka percayai yang berpusat di Gunung Batur. Lantaran kesaktiannya itu mereka mengerjakan senjata dan alat-alat perang. Sebagai gelarnya, lantas di muka namanya memakai I Pande, sedangkan pemimpinnya yang telah ditasbihkan menyebut dirinya Mpu.

Kunjungi Website Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda, Wartawan Jadi Pendeta. Klik disini

Mengenai para Dukuh tidak diketahui benar asal-usulnya. Mereka disebut Sudra membersih (sudra yang ditasbihkan atau disucikan). Di daerah Karangasem Sengguhu atau Dukuh ini dianggap sama, sejenis pertapa yang sering disebut topodara. Mereka banyak terdapat di pegunungan Seraya, Karangasem. Gelar para Dukuh yang ditasbihkan adalah Jero.

Golongan Sudra Madya dibentuk oleh kelas masyarakat Sudra dengan gelar gede, dan orang-orang ini juga dinyatakan sebagai wargi. Sedangkan golongan Sudra Nista disebut juga tani kelen atau penegen. Gelar mereka adalah I untuk laki-laki dan Ni untuk perempuan.

Sumber bacaan Buku Babad Bali Baru oleh N.Putrawan. (RANBB)
Insert foto : Rumah Tiang di Gianyar

Rabu, 23 Oktober 2013

Alam Adalah Universitas Abadi

Batang kayu ajaib
Cintailah Alam
HUKUM ALAM. Alam adalah Universitas Abadi. Untuk sehat dinasehatkan agar kembali ke alam. Dengan kemajuan teknologi banyak cara hidup dan makanan yang sudah tidak alami lagi. Penggunaan pestisida yang berlebihan, menyebabkan zat-zat alami pada makanan berubah. Apa yang sudah dicapai oleh peradaban modern sungguh luar biasa. Bersamaan dengan itu, kehidupan manusia menjadi tidak seimbang lagi.

Polusi, kehidupan yang berlangsung cepat, pekerjaan yang sangat padat, persaingan hidup yang sangat ketat, kekurangan olah fisik, makanan tak bergizi, terlalu banyak makan, pengaruh negatif dari infomedia, mengitari manusia dan semuanya merusak kesehatan dan keseimbangan pikiran. Dengan mencoba kembali ke alam, manusia dapat belajar untuk menyeimbangkan kembali kehidupan agar menjadi lebih wajar, memiliki kesehatan fisik, pikiran, dan jiwa yang tentram.

Apa pun yang terjadi pada alam ini adalah disebabkan oleh hukum sebab akibat. Setiap akibat tentu ada penyebabnya. Setiap penyebab akan membawa akibat. Hukum sebab akibat ini biasanya desebut sebagai hukum karma.



Pengertian umum tentang hukum karma adalah hukum sebab akibat, "apa yang disebar, itu pula yang dipungut ". Nampaknya mudah difahami dan mudah dimengerti orang, tetapi penerapannya pada kehidupan sehari-hari secara terperinci, metode tentang pola kerjanya dan akibat-akibat yang dicapai, sangat sulit. Mudah dalam teorinya, sulit dalam praktiknya.

Pada dasarnya karma ini adalah hukum, hukum yang kekal, tidak berubah, tidak dapat dirusak, hukum yang tak akan pernah lekang. Seringkali orang yang tidak begitu mengerti mengatakan."Engkau tidak boleh mencampuri karmanya !". Padalah ketika hukum alam bekerja, manusia dapat mencampurinya. Anda tentu tidak pernah mendengar, "Jangan campuri hukum gravitasi !". Manusia bisa mencampuri hukum gravitasi, dengan kekuatan dan pengetahuannya. 

Bila suatu hukum alam tidak menyenangkan, manusia dapat memakai kemauan dan kecerdasannya untuk mengatasinya. Manusia bisa mencampuri hukum alam hanya bila mempunyai pengetahuan, karena ia tidak dapat melenyapkan kekuatan alam mana pun, juga tidak dapat mencegah suatu keadaan apa pun. Manusia dapat menetralkan, dapat membelokkan perilakunya bila ia mempunyai kekuatan. Karma tidak lebih suci daripada hukum-hukum alam lainnya. Semua hukum alam bersifat wajar dan alami, dan manusia bergerak di dalamnya. Manusia dapat memanfaatkan hukum apabila ia dapat memahaminya. Kecerdasan manusia berkembang sehingga ia akan menjadi majikan dari hukum itu sendiri.

Hukum buatan manusia selalu beribah, mereka yang membuat dapat mengganti atau membuangnya. Hukum alam tidak dapat berubah dan tidak dapat diganti atau dibuang. Hukum buatan bersifat lokal sedangkan hukum alam bersifat universal.

Hukum alam adalah kelanjutan suatu kondisi. Bila suatu kondisi ada, maka kondisi lainnya akan muncul. Bila suatu kondisi berubah maka kondisi lainnya pun berubah. Hukum alam bukanlah suatu perintah. Ini perlu ditekankan kuat-kuat, alam tidak memerintahkan ini atau itu. Alam berkata, "Inilah keadaannya, bila ini terjadi pasti akan diikuti oleh suatu kondisi yang lainya ". Hukum alam adalah perubahan yang tidak pernah berubah. Bila manusia tidak ingin hasilnya, ubahlah kondisi yang mendahuluinya. Bila manusia tidak mengetahuinya, ia hidup tanpa daya, menjadi korban dan dibanting-banting oleh daya-daya alam. Bila ia bijaksana, ia menjadi majikan, dan daya-daya lama akan mematuhinya dengan patuh. Setiap hukum alam itu daya yang memudahkan, tidak memaksa, tetapi perlu pengetahuan untuk memanfaatkannya.

Bila setiap orang mengerti hukum alam ini dengan baik, dan mengikutinya, tentu dia akan terhindar dari penyakit yang disebabkan oelh hukum alam. Orang bijak dapat menghindar dari penyakit dan dapat menjaga kesehatannya dengan mengikuti hukumnya.

Buku Kesehatan & Meditasi Matahari Terbit oleh Gede Arsa Dana. (RANBB)

Jumat, 18 Oktober 2013

Sudahkah Dharma Mengalahkan Adharma

GAPURA PURA DESA/PUSEH ABIANBASE
Gapura Bali
Sebentar lagi hari raya Galungan, hari raya umat Hindu di Bali maupun keturunan Hindu Bali di pelosok tanah air. Hari raya Galungan erat kaitannya dengan perang, perang raksasa Maya Danawa. Tidaklah keliru sikap pesimistik kedua pujangga yang sangat kita kagumi, Maharsi Vyasa dan Maharsi Valmiki. Dengan sangat jujur maharsi-maharsi ini mengakui bahwa perang di alam ini akan tetap ada karena manusia sering tidak mampu memenangi perang di dalam dirinya. Tidak mampu mengendalikan dan mengontrol dorongan kodrati indrawi dan seks mereka berlebihan. 

Dorongan raksasa maya (di Jawa dan Bali dikenal sebagai Maya Danawa = raksasa besar yang tak nampak), musuh terbesar manusia yang ada pada diri mereka sendiri, yang berkisar di antara tiga terbesar, yaitu keinginan akan kekuasaan (pemerintahan); akan pemilikan harta kekayaan (ekonomi) dan dorongan seks, yang sering berlebihan.

Dalam episode Rajasuya (Kisah dalam Mahabharata) diceritakan adanya seorang raksasa satria mahasakti yang bernama Candraberawa yang tidak mampu ditaklukkan oleh bala tentaranya Indraprasta, termasuk oleh semua adik-adiknya Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Atas nasehat Kresna, Darmawangsa sendirilah yang harus menghadapi lawan mahasakti ini. Tanpa senjata perang, karena memang Darmawangsa tidak pernah dilatih berperang, dan juga tidak berniat dan tidak menyukai perang, beliau maju ke medang laga menemui Candraberawa.


"Hamba merasa sangat berbahagia dan sangat terhormat dapat berhadapan dengan baginda raja. Tetapi paduka raja yang datang tanpa senjata perang, bukanlah musuh hamba. Hamba tidak mungkin melawan paduka. Apalagi hamba tahu paduka juga tidak berniat membunuh hamba. Dari semula hamba tidak berniat melawan siapapun. Hamba juga tidak memusuhi siapapun. Perang yang terhormat adalah perang yang tidak mengorbankan nyawa rakyat dan prajurit yang tak berdaya hanya untuk kepentingan berkuasanya seorang raja atau seorang pemimpin. Dan sama seperti paduka, tiada satu senjatapun yang mampu membunuh hamba" , ujar Candraberawa.



"Paduka adalah titisan bhatara Dharma dan hamba adalah utusan beliau. Paduka dan hamba adalah satu sisi yang sama dari dharma, kebenaran, kejujuran. Kebenaran atau kejujuran tidak memerlukan pengusasaan dan penaklukan pada pihak lain. Hamba tidak menaklukkan siapapun dan juga tidak mau dikuasai oleh siapapun. Selamat tinggal paduka ".

Dialog imajiner Darmawangsa dengan Candraberawa dan kisah raksasa Maya Danawa di atas mengajarkan bahwa sebuah kekuasaan pemerintahan seharusnya tidak diperebutkan dalam sebuah perang. (Kalau seperti sekarang dapat dilihat dari Pilkada yang ujung-ujungnya selalu bentrok/perang-red). Sebuah kekuasaan pemerintahan hakekatnya juga bukan untuk menaklukkan, bukan untuk menguasai apalagi untuk menjajah. Kekuasaan dan atas kewenangan (bukan kesewenangan) adalah sebuah pengabdian untuk sebuah keinginan luhur, keinginan berbuat baik untuk kepentingan orang banyak.

Budaya perang masa depan adalah perang yang terhormat, perang yang bermartabat, perang diplomasi, perang beradu idea, perang beradu pemikiran, perang beradu konsep, visi, misi  dalam menyelesaikan berbagai perselisihan, menyelesaikan berbagai masalah kehidupan. Perang modern masa depan adalah perang melawan kemiskinan, perang melawan kemelaratan, perang melawan kebodohan, perang melawan penyakit, perang melawan keserakahan, perang melawan ketidak adilan, perang melawan kesewenang-wenangan. Dan sama sekali bukan perang dengan membunuh dan atau menghilangkan nyawa manusia lainnya.

Sekali lagi, andai saja manusia mampu memenangi perang dalam diri mereka, mampu mengendalikan Maya Danawa, dorongan indrawi mereka yang berlebihan, maka perang yang saling membunuh antar manusia tidak akan terjadi di bumi manusia, bumi yang hanya satu-satunya itu. Melalui hari raya Galungan kita merayakan kemenangan Dharma atas Adharma, kemenangan perang manusia dalam memerangi dirinya. Manusia menjadi hero yang berhasil memerangi kebodohan, mereka berhasil memerangi kemiskinan, mereka berhasil membangun kedamaian, kesejukan, kemakmuran, dan keadilan.

Selamat hari raya Galungan dan Kuningan buat umat Hindu Dharma. Tancapkan Dharma dimana anda saat ini berada, agar memancarkan air kedamaian bagi lingkungan sekitarnya.  Sumber inspirasi buku  Merajut Ulang Budaya Luhur Bangsa I Gde Samba (RANBB)

Rabu, 16 Oktober 2013

Kerja Keras dan Ketekunan

Weda dalam dunia kerja
Penjual Tararahu Monas
Kerja keras dan tidak malas merupakan kewajiban dan kebajikan yang patut dilakukan. Tuhan Yang Maha Esa hanya menyayangi mereka yang suka bekerja keras dan memiliki ketekunan, bukan mereka yang malas, gampangan dan menyepelekan segala sesuatu.

Orang yang suka bekerja keras dan memiliki ketekunan akan mencapai keberhasilan. Hal ini sangat relevan dengan perkembangan dunia modern. Siapa saja yang tekun bekerja, tekun belajar, berdesiplin dan memiliki kualitas Sraddha yang mantap akan sukses dalam berbagai aspek kehidupan. Demikian pula orang yang tidak mengenal lelah, tidak cepat putus asa akan memperoleh kekayaan lahir dan bathin. Tuhan Yang Maha Esa selalu menolong orang yang suka bekerja keras.

" Orang seharusnya suka hidup di dunia ini dengan melakukan kerja keras selama seratus tahun. Tidak ada cara yang lain bagi keselamatan seseorang. Suatu tindakan yang tidak mementingkan diri sendiri dan tidak memihak, menjauhkan pelaku dari keterikatan " Yayurveda XL.2

" Para dewa menyukai orang-orang yang bekerja keras. Para dewa tidak menyukai orang-orang yang gampang-gampangan dan bermalas-malas. Orang-orang yang selalu waspada mencapai kebahagiaan yang agung " Atharvaveda XX.18.3

" Ketekunan semoga ada di tangan kanan dan kejayaan ada di tangan kiri. Semoga kami mendapatkan sapi-betina, kuda, kekayaan dan emas " Atharvaveda VII.50.8

" Ya para sahabat, dunia yang penuh dosa dan kesedihan sedang lewat bagaikan sebuah sungai, alirannya yang dihalangi oleh batu-batu besar yang berat. Tekunlah, bangkit dan seberangilah, tinggalkanlah pengikut yang tak berbudi. Seberangilah sungai kehidupan itu untuk pencapaian kesejahteraan dan kemakmuran " Rgveda X.53.8

" Ya, Tuhan Yang Maha Esa, Sang Hyang Widhi, semoga kami menyebrangi kemiskinan yang tidak bisa diatasi itu dengan memperoleh sapi-sapi betina itu. Semoga kami mengatasi lapar kami dengan memiliki makanan padi-padian seperti gandum, semoga kami memperoleh kekayaan dari para raja dan mencapai keberhasilan dengan usaha-usaha kami " Rgveda X.42.10

Tuhan Yang Maha Esa tidak pernah menolong orang yang bermalas-malas.

Nasusver apir na sakha na jamih. Rgveda IV 4. 25.6

" Tuhan Yang Maha Esa, Sang Hyang Widhi, bukanlah sahabat, kerabat dan sanak-saudara dari orang yang malas "

Senin, 14 Oktober 2013

Benarkah Veda itu Rahasia

Penyapu Jalanan
Benarkah Veda itu rahasia dan jika dipelajari kejiwaan seseorang terganggu ? 
Di jaman pengetahuan dan modern masih membudayanya pola pikir kolot atau primitif seperti orang yang rutin sembahyang atau mengamalkan ajaran agama dicurigai mencari ilmu yang bermacam-macam. Orang yang tekun membaca buku keagamaan diledek dengan kepingin jadi pemangku. Dan lebih seram lagi orang yang ingin memperdalam Kitab Suci Veda ditakut-takuti nanti bisa menjadi gila dan masih banyak suara menyesatkan lainnya.

Pendapat-pendapat kolot yang menyesatkan ini harus dihentikan dengan kesadaran rohani dan semangat membangun mental (iman) karena Tuhan telah memberikan wahyu kepada kita dan memberikan saran lewat Veda itu sendiri, seperti :


" Hendaknya disampaikan sabda suci kepada seluruh Umat manusia; Cendekiawan Rohaniawan, Raja / pemerintahan, Pedagang, Petani, Nelayan, Guru kepada penyembahKu dan orang asing sekalipun "


Yathemam vacam kalyanim avadani janebyah, 
brahma rajanyabhyam sudraya caryaya ca svaya caranaya ca.

Yayurveda XXVI.2


Dengan wahyu Tuhan dalam Yayur Veda diatas sangat jelas kita tidak akan terganggu jika belajar Veda, orang yang melarang belajar Veda adalah orang yang mentalnya rapuh. Apakah kita menuruti orang bermental rapuh atau menuruti Sabda Tuhan (Veda) ?

Marilah membaca Kitab-kitab Veda dengan membangun semangat Jiwa seperti :
  • Tempuhlah Jalan Menuju pencerahan. Pencerahan adalah kondisi pikiran atau kesadaran di tengah-tengah kekacauan kehidupan, untuk dijadikan keteduhan di dalam diri kita.
  • Bacalah buku-buku yang baik. Membaca buku-buku yang baik sangatlah membantu dalam menempuh jalan rohani, memberikan ketajaman kecerdasan, nasehat ahli dan bimbingan untuk perjalanan hidup ini.
  • Ikutilah hati nurani. Carilah kasih serta jawaban-jawaban dihati kita sendiri. Kalau kita belajar mempercayai diri sendiri, akan kita temukan kedamaian serta Tuhan.
  • Bermeditasilah atau kuatkan sembahyang sesuai Veda. Doa yang dipanjatkan kepada Tuhan dari Meditasi sangat luar biasa Kuasanya.
  • Dan masih banyak cara mengamalkan ajaran agama Hindu dengan dengan Tuhan.

Veda tak perlu diragukan lagi, karena Veda itu mutlak Wahyu Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan sumber ajaran tertinggi. Baca lahirnya agama besar dunia, klik disini
Dari Vedalah semua tentang agama mengalir dan memberikan vitalitas kehidupan manusia dan alam sekitarnya bukan dari cerita atau gugon tuwon. Dengan memahami Veda kita akan lebih mudah melihat perkembangan agama Hindu selanjutnya. Ajaran Veda sesuai dengan sifatnya Anadi Ananta dan Sanatana yakni tiada berawal, tiada berakhir dan kekal abadi, maka ajaran Veda relevan dengan sepanjang jaman kuno, kini dan akan datang.

Sumber buku Kebangkitan Hindu oleh Sargede. (RANBB)