DIJUAL CEPAT VILLA

DIJUAL CEPAT VILLA

Lokasi : Jln . Raya Uluwatu No. 2B, Kuta Selatan

Denpasar Bali – (Lokasi sebelum GWK)

Luas Tanah : 700 M2

Luas Bangunan : 400 M2

SPECC : 1. 3 Kamar Tidur + Kamar Mandi

2. Ruang Makan

3. Ruang Keluarga

4. Dapur

5. Tempat Jaga

6. Kolam Renang

Listrik : 10.000 Watt

Harga : Rp. 10.000.000.000,- (Sepuluh milyar rupiah)

Bisa nego langsung pemilik

Status : SHM

Regards

Made L. Wijaya

HP. 0812 949 9049

HP. 0813 1102 2449

Informasi Lengkap silakan Klik :

http://olx.co.id/iklan/villa-dijual-cepat-IDoDbbL.html

Kamis, 30 Agustus 2012

Kematian dan Kesetiaan

 TIADA YANG LEBIH LUHUR Kematian dan Kesetiaan. 

Perempuan Dalam Dunia Kakawin

 Bunga-bunga berguguran, disertai oleh pelangi, memenuhi kereta;

Guntur tampak menangis, gerimis dari hujan awan tipis bagai air matanya, meratapi kematian raja.

Ini adalah tanda-tanda bahwa Sang Ratu akan mengikuti, dan ketika dia datang ke sana, ia melihat jasad suaminya

Mata jasad suaminya tanpak menatap, menunjukkan giginya yang indah seolah menyambutnya.


Kemudian, dia menangis keras, memeluk kaki almarhum suaminya yang meninggalkannya diam-diam saat dia tidur.
Tidak tahu harus berbuat apa, dia membelai jasad suaminya, membawa ke pangkuan kemudian melemparkan dirinya padanya, berbaring menghadap ke bawah.
Berulang kali dia mencoba menghidupkannya, berulang kali menyentuh bibir dan mata, tetapi semuanya tidak berhasil karena jasad suaminya tidak berkedip sama sekali.
Bagaimana mungkin luka-lukanya disembuhkan, bahkan jika pun menggunakan daun sirih yang dikunyahnya sebagai salep ?

"Ya Rajaku, sambutlah aku ! Mengapa kau diam membisu, Rajaku,
Dan tidak mengucapkan sepatah kata pun bagiku yang tak berdaya ini ? Siapa yang akan merawatku sekarang dalam keadaan menyedihkan ?
Mencarimu melelahkanku, dan sekarang aku telah menemukanmu, tampak kamu marah dan tidak mau melihatku,
Jika kamu memiliki sempati untuk air mataku, silakan jawab sekarang dan jangan berpaling.

"Namun, aku tahu bahwa kau tidak pernah benar-benar mencintaiku, Rajaku, bahwa ketika kau berpura-pura untuk menghiburku dengan kata-kata manis mengharukan,
Setiap ucapanmu seperti tetes madu, tetapi jelas sekarang bahwa kata-kata itu tidak datang dari hati,
Hal ini terbukti dari kenyataan bahwa kau tak berperasaan untuk meninggalkanku diam-diam saat aku tertidur.
Jadi sekarang kau telah pergi ke surga; tetapi aku pasti akan mengikutimu, bahkan jika kau tidak peduli padaku."

"Tapi aku mohon kepadamu, Rajaku, untuk bertemu denganmu di jembatan goyang ke alam sana,
Karena aku merasa kesepian, takut dan ragu untuk menyebranginya, kecuali kau berada di sana untuk melindungiku,
Dan, bahkan jika kau saat ini membelai wanita surgawi, jangan bersikap kejam kepadaku, tinggalkan mereka sementara waktu,
Berikan setengah dari kasih sayangmu kepadaku, orang yang bingung dan berkeliaran tanpa tujuan."

Akan memakan waktu terlalu lama untuk menceritakan ratapan Satyawati ini. Kesedihannya yang mendalam yang tak tertahankan,
Dan karena tampaknya tidak ada lagi yang ditunggu, ia buru-buru mempersiapkan diri untuk mati,
Dia menarik keris yang telah digenggamnya, yang berkilauan, dicabut dari sarungnya,
Dia menghujamkan keris ke badannya tanpa rasa takut, dan darah mengucur laksana air merah.
( Mpu Panuluh, Bharatayuddha 44:14-45:2, abad ke 12, Jawa )

Buku Helen Creese dengan judul PEREMPUAN DALAM DUNIA KAKAWIN - Perkawinan dan Seksualitas di  Istana Indic Jawa dan Bali, merupakan buku baru Rare Angon Nak Bali Belog untuk bacaan dikala menunggu Nge-Render. Buku ini membuka wawasan kita tentang dunia Kakawin baik Jawa maupun Bali, yang mana selama ini kita tahu Kakawin lebih banyak tentang perang, sikap kepahlawanan dan Patriotisme, namun dalam buku ini dipaparkan Kakawin dalam kisah romantisme perempuan dalam kodrat dan seksualitasnya.

Seberapa banyak yang kita tahu tentang Kakawin Jawa dan Bali ? 

Selasa, 21 Agustus 2012

Filosofi Jalanan Ala Tukang Becak

BECAK WAY.....

The Becak Driver's Philosophy. Harapan dan panduan hidup tukang becak sebagai orang yang hidup dijalanan dapat dibaca melalui tulisan-tulisan di becak kami, seperti ' wong kabur kanginan ', artinya, orang yang tidak mempunyai rumah, tidur di jalanan. ' Waton urip ', artinya, bukan hidup ngawur dan seenaknya sendiri, melainkan berani hidup tanpa memberontak terhadap kehidupan.


 ' Banyu mili ' atau ' Lumintu ', yakni memuat keyakinan, kendati sedikit, toh rezeki bakan mengalir terus tiada henti. Tegar, menyiratkan keuletan bertahan dalam situasi dan kondisi yang senantiasa tidak ramah. ' Sri Rahayu ', membuktikan kesungguhan dalam membesarkan dan melindungi anak perempuan.

Filosofi Jalanan Ala Tukang Becak. Siapa tahu bisa menjadi kaca benggala, cermin yang mencoba memperbaiki, syukur-syukur mengubah kondisi yang belum tertata rapi di negeri ini.

Urip Iku Urup
Artinya hidup itu nyala, life is a flame. Hidup itu berkobar laksana nyala api. Maka ketika hidup ada, hendaknya mampu membakar semangat dan memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita. Sebagian besar orang berusaha yang terbaik demi keluarga, demi anak dan istri.

Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha

Kalimat ' Sekti tanpa aji-aji, sugih tanpa bandha ' memiliki makna bahwa harta dan kekuasaan bukan segala-galanya dalam melaksanakan hidup. Yang harus kita utamakan adalah budi pekerti. Kaya tanpa harta, kuat tanpa ajimat adalah kekayaan dan kekuasaan yang hakiki. Setiap dari kita diberi kekayaan oleh Tuhan, Sang Maha Pencipta. Setiap kita pun diberi kekuasaan oleh Yang Mahakuasa.


Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman
Makin lama manusia hidup, makin banyak hal yang dialami, makin banyak pula hal yang bisa dipelajari. Hal ini menjadi sesuatu yang alamiah. Sehingga sudah lumrah jika usia makin tua maka (seyogyanya) makin bijaksana, juga makin jernih dalam berpikir di samping tidak mudah terkejut, terkagum-kagum, tidak manja serta tidak gampang kecewa. Istilah Jawanya, ' aja gumunan, aja getunan, aja kagetan, aja aleman '. Artinya, jangan mudah terheran-heran atau kagum, jangan mudah menyesali, jangan mudah terkejut, serta jangan mudah kolokan atau manja.'

Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman
Artinya, janganlah terobsesi atau terkungkung keinginan memperoleh kedudukan, materi dan kepuasan duniawi lainnya. Ada kalanya kekuasaan begitu memesona, tapi kita tidak pernah tahu bahwa di balik semua itu banyak menyimpan hal-hal yang menakutkan. Hanya kesadaran manusia sebagai pelaku di dunia yang mampu mengimbanginya. Jika kesadaran itu lenyap tertimpa nafsu maka kehancuran akan berproses untuk melahirkan kenistaan.

Aja Kuminter Mundak Keblinger

Sabtu, 18 Agustus 2012

A.L.A.L. & A.L.A.P

**UANG APA PEKERJAAN ??**

A.L.A.L. & A.L.A.P .Di suatu kota hiduplah seseorang yang tidak dapat memperoleh pekerjaan. Ia sudah berusaha sebaik mungkin. Ia sudah bosan mendatangi orang banyak, pergi dari rumah ke rumah mencari pekerjaan, dan memberitahu mereka mengenai keadaannya yang kepepet.Ia memikirkan suatu rencana, ia membuat papan nama yang menarik dan menambahkan namanya dengan dua gelar : A.L.A.L. & A.L.A.P. Beberapa orang yang lewat di jalan itu heran memikirkan sesungguhnya gelar itu untuk keahlian apa. 



Mereka mengira penghuni rumah itu pasti cendikiawan hebat yang amat pandai. Pada suatu hari ada seorang tua yang datang ke rumah itu. Pemburu pekerjaan itu menyambutnya dan menduga bahwa ia pasti datang karena amat terkesan oleh gelarnya.

Ia berkata, " Pak, boleh saya tahu, mengapa Anda ke sini ?" Pria itu menjawab, "Pak, maafkan saya. Bolehkah saya tahu, gelar A.L.A.L. dan A.L.A.P. itu singkatan dari apa ? Saya pernah mendengar tentang F.R.C.S. dan gelar yang sejenis, tetapi sejauh ini saya belum pernah mendengar atau membaca tentang kedua gelar tersebut. 

Meskipun begitu saya sungguh gembira karena di antara kita ada seseorang yang amat terpelajar." Pemburu pekerjaan itu menjawab, "Pak ! Maafkan saya. Karena saya amat membutuhkan pekerjaan dan karena saya tidak dapat mengatakan kepada setiap orang betapa saya amat membutuhkan pekerjaan, saya membuat papan nama seperti itu. A.L.A.L. adalah singkatan dari

Sabtu, 11 Agustus 2012

RAMAYANA, Figur Wayang Jawa & Bali Dalam Lakon Abadi

Ramayana - Kanjeng Madi Kertonegoro

Figur Wayang Jawa & Bali Dalam Lakon Abadi. Kanjeng Madi Kertonegoro. Pulang ke Gianyar bagi Rare Angon Nak Bali Belog merupakan kesempatan emas untuk membeli buku terutama buku-buku Agama Hindu atau tentang Budaya Bali. Ramayana, Figur Wayang Jawa & Bali Dalam Lakon Abadi salah satunya yang sangat bagus sebagai bacaan yang akan memperkaya pengetahuan kita tentang Wayang Jawa dan Wayang Bali, serta kita dapat mempelajari kearifan budaya Indonesia, wawasan budaya dan sikap hidup.  


Bukan seperti di sinetron-sinetron TV atau lawakan dengan berlebel wayang. (red rare-angon)

Kisah Ramayana di Jawa & Bali banyak dipaparkan dalam pertunjukan wayang, baik wayang kulit, wayang wong, wayang golek, wayang beber maupun wayang-wayang lainnya. Wayang berasal dari kata 'wewayangan' atau bayangan. 

Wayang merupakan bayangan kehidupan nyata dunia ini. Dengan melihat wayang kita akan mengenal kehidupan ini. Wayang kulit mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat Jawa dan Bali. Yang terkenal saat ini ada Wayang Cenk Blonk (red rare-angon). Seorang sarjana barat Van Ferde setelah melihat pertunjukan wayang kulit di Jawa menjadi kagum dan seperti yang dikutip oleh Dr.A.Seno Sastromidjojo mengatakan :

"Pertunjukan wayang kulit itu merupakan suatu kesenian yang amat halus sifatnya. Diseluruh dunia tiada bandingannya. Pertunjukan yang dari boneka dihias secara bagus sekali dan daftar ceritanya berdasarkan puisi manusia dengan mutu tinggi, itu merupakan kesenian rakyat yang tiada persamaannya." . 


Ramayana Lakon Abadi Yang Pernah Terjadi Dan Diwayangkan Di Jawa & Bali. 


Ramayana adalah cerita epos India yang merupakan pengajaran Dharma atau kebajikan untuk umat manusia. Ditulis oleh Bhagawan Walmiki kira-kira lima ratus tahun sebelum Masehi. 

Ceriteranya menggambarkan kehidupan jaman Tretayuga. Ada pembagian jaman menurut tradisi India, yaitu; Satyayuga, Tretayuga, Dwaparayuga dan Kaliyuga. Saat ini adalahm jaman akhir Kaliyuga. Dalam perhitungan sejarah purba manusia itu sendiri. Sampai kini pun banyak orang yang tetap mempercayai itu termasuk nenek moyang orang Jawa.

Kisah Ramayana itu sendiri sudah populer di India sebagai cerita sejak tahun 3100 sebelum Masehi, lalu menyebar ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kisah Ramayana merupakan epos Aryanisasi (bangsa Arya) yang ditulis dalam bentuk stanza (sejenis puisi), meliputi 24,000 buah stanza. Ramayana terdiri dari tujuh kanda atau narasi atau episode. Banyak versi kisah Ramayana setelah penulisan oleh Walmiki, diantaranya adalah Bhattikavya atau Ravanavada yang ditulis oleh Bhatti pada abad ketujuh.

Di Indonesia ceritera Ramayana sudah terkenal sejak dulu, bukti-bukti